Monday, January 16, 2012

Nonton Film di kamar..?

Kuliah di sini hampir sama seperti saat sekolah di tingkat SMU. Kuliah dari pagi hingga petang bahkan juga sering sampai malam. Lebih parahnya lagi, hari Sabtu kadang - kadang juga masuk..hadedeh..tapi ya itulah nikmatnya kuliah hehehe...

Kadang dalam hati terlintas pikiran kalau kuliah terus dan mikir materi terus-terusan bisa - bisa jadi stress saya. Nah untuk menghindari itu, biasanya di waktu senggang saya isi dengan beberapa aktivitas di luar kegiatan kampus. Biasanya kalau tidak bersepeda di sekitaran Belle Beille, saya pergi ke centre ville untuk sekedar melihat - lihat suasana kota. Jenuh juga lama - lama kalau cuma itu - itu saja yang dilihat.


Untuk menhilangkan kejenuhan tersebut, biasanya saya main ke Bibliotheque Universitaire ( Perpustakaan Universitas ). Jenuh koq mainnya ke perpustakaan ya ?? Trus ngapain main ke perpustakaan ? Refreshing tentunya....

Sebenarnya tujuan saya ke perpustakaan adalah meminjam VCD atau DVD. Perpustakaan universitas ini selain tempatnya nyaman, koleksi bukunya banyak, juga menyediakan VCD atau DVD bermacam-macam film yang bisa dipinjam dan di bawa pulang. Jangka waktu peminjamannya adalah sekitar satu minggu. Untuk menikmati fasilitas ini, hanya cukup menunjukkan kartu pelajar sudah dapat meminjam dua buah film.


Lumayan untuk hiburan di kamar jika malas bepergian dan juga kalau tidak chatting dengan istri atau telepon keluarga. Kebetulan lokasi perpustakaan universitas ini sangat dekat dengan kamar saya, dan juga jam beroperasinya juga sampai pukul 19.00 jadi sangat membantu saya. Jika jenuh atau bingung mau beraktivitas apa, biasanya saya pinjam film yang saya suka. Koleksi film di perpustakaan jumlahnya banyak, akan tetapi semua adalah film-film yang sudah lama. Tapi lumayanlah bisa ada hiburan di kamar daripada bengong hehehe....





Tuesday, January 10, 2012

Jangan Asramakan Anakmu

Judulnya membuat saya sangat tertarik, apalagi tentang kehidupan anak. Artikel ini memang bukan asli coretan saya pribadi, tapi saya ambil dari artikel seorang inspirator sukses mulia. Mudah-mudahan anda mengenalnya atau mungkin bahkan tidak..oke baiklah namanya adalah Jamil Azzaini, beliulah inilah seorang inspirator yang saya kagumi. 

Naah pada kesempatan ini, salah satu artikelnya membuat hati saya sedikit tersentuh. Jadi apa salahnya kalau saya share kepada pengunjung blog ini. Ceritanya begini ...

Awal mulanya beliau bersilaturahmi ke seorang sahabatnya yang sengaja menuntut ilmu sampai S-3 di Malaysia. Dari hasil silaturahminya tersebut, beliau memperoleh intisari ilmu,"Jangan asramakan anakmu sebelum usianya lebih dari 12 tahun." 

Menurut sahabat beliau, anak-anak di bawah usia 12 tahun gelombang otaknya harus dominan gelombang Alpha. Mereka harus lebih banyak bermain, bergembira, dan belajar dengan cara yang menyenangkan serta sering mendapat pelukan dari orang tuanya. Pilihlah sekolah yang tidak terlalu banyak memberikan PR (pekerjaan rumah). Dan jangan sekali kali anak-anak di bawah 12 tahun dikirim ke Asrama termasuk pesantren sekalipun. Bila Anda lakukan ini, Anda menghancurkan masa depan mereka.

Anak-anak masih mudah depresi menghadapi lingkungannya, dan saat ini terjadi ia harus mendapat pelukan dari orang tuanya. Hal tersebut sejalan dengan riset yang dilakukan University of Bologna di Italia yang menyarankan kita untuk memberikan pelukan pada anak yang sedang mengalami masalah dan depresi.

Menurut hasil riset itu ternyata pelukan lebih efektif ketimbang obat-obat antidepresi. Ini terlihat pada anak-anak yang mengalami depresi dan diberikan obat antidepresan, ternyata mereka memiliki kecenderungan untuk kembali depresi. Hal berbeda terjadi pada anak yang didampingi orangtuanya untuk melalui periode depresi. Bahkan hanya dengan pelukan hangat dari kedua orangtuanya, anak yang mengalami depresi bisa lebih percaya diri untuk menyelesaikan masalah.

Hasil penelitian di Duke University dan University of Adelaide di Australia juga menyatakan bahwa pelukan dan sentuhan bisa memicu perubahan kemiawi otak. Perubahan itu berupa peningkatan kadar inteleukin 10, yakni sejenis molekul di otak yang menghambat efek berbagai jenis narkoba. Dengan kata lain, anak-anak yang sering mendapat pelukan tidak akan mudah terkena narkoba dan hal-hal negatif lainnya.

Niat baik orang tua yang mengirimkan anaknya ke asram atau pesantren sebelum usianya 12 tahun kemungkinan besar akan berdampak buruk bagi pertumbuhan anak itu di masa depan. Boleh jadi ia hebat saat ini, boleh jadi ia telihat gembira saat ini. Tetapi di masa tua peluang menjadi “trouble makernya” sangatlah besar.

Jadi, boleh percaya atau tidak, tapi saran saya jangan coba-coba mengirimkan anak Anda ke asrama sebelum usianya 12 tahun. Seperti pesan iklan obat gosok, “Untuk anak kok coba-coba….”