Thursday, January 5, 2012

Berbagi Pengalaman Studi di Perancis_Part 2

Lanjut lagi informasi tentang pengalaman studi di Perancis. Mudah-mudahan di part yang ke-2 ini bisa memberikan informasi yang lebih banyak lagi. Akan tetapi, di bagian kali ini informasi yang saya berikan lebih spesifik atau lebih tertuju kepada pengalaman saya studi di kota Angers. Tapi tenaaang..jangan khawatir, sebenarnya pada prinsipnya semuanya sama karena sama-sama di Perancis. Ya kalaupun berbeda, pasti tidak akan jauh-jauh.

Kembali ke laptop hehehehe....

Baiklah, tulisan ini akan saya awali dengan kegiatan setelah kita tiba di kota tujuan masing-masing. Apa saja yang perlu kita persiapkan ataupun kita lakukan? Yang perlu kita persiapkan:

A. Logement /Apartemen
Ini hal yang paling utama kita perhatikan. Karena kita belum tahu situasi saat sampai, dan juga kita tidak ada kenalan. Tapi bersyukur kalau ada kenalan yang sudah terlebih dahulu tinggal di kota tujuan kita. Nah pengalaman saya, saya tidak ada kenalan/mahasiswa yang masih tinggal di Angers. Akan tetapi, ada kenalan WNI yang menikah dengan orang Perancis dan menetap di situ. Saat saya sampai di Angers, saya berusaha kontak dengan dia tetapi tidak bisa. Dan ternyata dia sedang pulang ke Indonesia. Nah  kondisi inilah yang harus kita antisipasi. Sebaiknya dalam pengurusan logement ini sebaiknya dalah sehari bisa selesai. Atau usahakan sebisa mungkin kita dapat kunci kamar. Jadi, usahakan datang ke CROUS/CLOUS pada hari kerja minimal sebelum makan siang. Ini dikarenakan setelah dari Clous, pengalaman saya masih harus urus administrasi ke sekretariat Logement. Untuk itu, saat pengurusan logement ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain yaitu:

     1). Di Clous Angers:
  • Assuransi Hebergement (Asuransi Tempat Tinggal)
  • Asuransi Kesehatan kita
     2). Di Sekretariat Logement:

  • Kontrak sewa logement + membayar uang deposit
  • Usahakan sekalian minta Attestation de Residence
  • Pastikan Listrik apakah sudah diaktifkan/belum. Jika tinggal di Residence Universitaire kadang listrik untuk kontrak baru harus menunggu diaktifkan oleh petugas. Dan hal ini biasanya memakan waktu yang lumayan lama.

Selain hal - hal di atas, sebaiknya kontak dengan pihak CROUS/Clous kota tujuan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum kedatangan. Dan minimal seminggu menjelang kedatangan, lakukan komunikasi lagi untuk memastikannya tentang kedatangan kita dan ketersediaan logement untuk kita.

B. Daftar Ulang ke Universitas
Setelah sampai di kota tujuan dan sudah mendapatkan Logement sebaiknya segera persiapkan untuk proses daftar ulang di universitas yang kita tuju. Proses ini penting untuk segera dilaksanakan, dikarenakan jika kita menunda-nunda proses ini, proses pembuat kartu mahasiswa kita juga akan terlambat. Ini akan memberikan dampak negatif untuk kita. Karena, di universitas Angers ini untuk akses internet di kamar dan di kampus menggunakan user login yang didapat setelah proses daftar ulang. So..jangan menunda-nunda untuk proses ini.

C. Buka Rekening di Bank
Tahap selanjutnya setelah logement dan proses daftar ulang sudah dilaksanakan, jangan lupa untuk segera membuka rekening baru di bank. Rekening ini sangat penting untuk kita. Selain sebagai sarana untuk penerimaan dana beasiswa, di Perancis rekening ini seringkali digunakan. RIB (RelevĂ© d'IdentitĂ© Bancaire) inilah yang akan sering kita gunakan. Antara lain, kita gunakan untuk: pinjam sepeda, pasang atau berlangganan telepon dan juga pembayaran listrik jika ingin menggunakan sistem auto debet.
Pembukaan rekening di Angers cukup mudah dan tidak terlalu ribet. Cuma jangan kaget kalau proses sampai kita terima kartu ATM akan lumayan lama. Seingat saya waktu itu, berkas yang digunakan adalah Identitas kita (paspor dan visa) dan copy Attestation de Residence. Mudah memang untuk membuat rekening baru, bahkan kita tidak diharuskan menyetorkan sejumlah uang sebagai setoran awal.

D. Persiapkan Berkas Permohonan Titre de Sejours
Ini hal yang biasanya sering dilupakan oleh mahasiswa asing. Dikarenakan oleh aktivitas akademik yang mungkin sudah dimulai dan juga oleh aktivitas lainnya. Untuk itu, agar tidak lupa sebaiknya sebelum berangkat ke Perancis hendaknya membuat daftar hal - hal yang menjadi prioritas sesampainya di Perancis.
Untuk mendapatkan Titre de Sejours ini, tidaklah cepat. Prosesnya bisa memakan waktu 1-2 bulan untuk menunggu. Ini dikarenakan oleh daftar antrian yang banyak. Berkas permohonan ini dapat kita kirim sendiri melalui jasa pos. Adapun berkas yang kita kirim antara lain:

  • Formulir OFII yang sudah kita isi dan mendapat stempel dari Kedutaan Perancis
  • Foto copy Attestation de BGF
  • Foto copy Paspor, Visa ( menampilkan stempel kedatangan kita)
  • Fotocopy Attestation de Residence
Selain ketiga hal di atas, kita juga harus menyiapkan Timbre senilai 50 euros yang dapat kita beli di Tabac. Saat membeli timbre ini, jangan lupa untuk meminta slip pembeliannya. Nah buat Anda yang tinggal di Angers,  dana untuk membeli timbre ini akan diganti oleh pihak Clous. Oleh karena itu, jaga baik - baik slip pembelian tadi. Setelah berkas kita kirm, tahap berikutnya adalah menunggu untuk mendapatkan surat atau bukti penerimaan dokumen kita dari pihak prefectur, dalam hal ini adalah dari Nantes.

Kiranya sampai di sini dulu sharing informasi dari saya. Semoga informasi tadi memberikan manfaat kepada Anda. Di kesempatan yang akan datang, akan saya berikan pengalaman saya yang lain lagi. See you soon ....hehehe...Terima kasih banyak sudah mampir untuk baca postingan ini.

Sunday, January 1, 2012

Tahun Baru di Paris


Sebenarnya bukan kebiasaan saya dan juga sebenarnya saya malas ikut merayakan tahun baru. Kali ini, saya hanya ingin tahu ramainya seperti apa saat perayaan tahun baru. Akhirnya saya putuskan untuk datang ke Paris pada saat perayaan pergantian tahun.

Agenda ini sudah saya siapkan beberapa minggu sebelumnya. Mulai dari ticket kereta, tempat menginap dan bersama siapa saja saya nanti. Tiba saatnya saya berangkat ke Paris, saya pun berangkat dari Angers tempat tinggal saya pagi - pagi. Setelah menempuh perjalanan 1,5 jam dengan TGV, akhirnya saya sampai di Paris.




Sesampainya saya di Paris saya langsung menghubungi teman-teman yang sudah sampai terlebih dahulu. Dan kamipun menyepakati tempat untuk bertemu. Setelah berkumpul dengan teman-teman, kamipun berkeliling kota Paris bersama. Seperti yang saya duga sebelumnya, bahwa saya setibanya di Paris pasti akan langsung jalan-jalan. Jadi telah saya rencanakan kalau barang yang saya bawa, dibatasi sebisa mungkin. Dan ternyata perkiraan saya benar dan kami lebih banyak berjalan kaki daripada naik metro. Luar biasa capek sebenarnya, jalan jauh dengan membawa tas penuh dengan barang bawaan. Setelah puas berkeliling, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu di hotel, dan setelah maghrib kami sepakat untuk jalan lagi.



Setelah sholat maghrib akhirnya kamipun berangkat dari hotel. Sambil menunggu detik-detik pergantian tahun, kami berjalan-jalan lagi melihat keindahan kota Paris di malam hari. Akhirnya waktupun mulai mendekati tengah malam. Kamipun segera menuju ke Menara Eiffel, tempat tujuan utama kami di malam ini. Suasana luar biasa ramai. Banyak sekali orang yang berjalan kaki dan berkumpul di sekitar menara eiffel. Bukan saja warga asli Perancis, tetapi banyak sekali pengunjung dari negara-negara eropa lainnya. Setiap kami berjalan, kamipun mendengar orang-orang yang berbincang dengan bahasa yang beraneka macam.

Malampun semakin larut mendekati detik-detik pergantian tahun. Luar biasa ramai sekali malam itu, mungkin ribuan jumlahnya orang yang berkumpul untuk merayakan pergantian tahun saat itu. Akses jalan menuju ke menara eiffel juga ditutup bagi kendaraan bermotor. Pengalaman pertama kali buat saya melihat acara pergantian tahun di luar negeri.


Tiba saatnya waktu pergantian tahun semakin dekat, akhirnya seluruh pengunjung malam itupun bersorak-sorai. Dan lampu menara Eiffel pun menyala terang. Akan tetapi, ada hal yang membuat kami kecewa. Malam itu kami berharap ada pesta kembang api, tetapi harapan kamipun tidak menjadi kenyataan. Sedih rasanya saat itu, dengan rela berhujan-hujanan dari pagi sampai malam hari tetapi tidak dapat melihat pesta kembang api di menara eiffel. Akhirnya kamipun segera pulang menuju ke hotel.

Naah saat itu, karena sangat ramai kamipun mengalami kesulitan pulang menuju ke penginapan kami. Saat itu para pengunjung yang jumlahnya ribuan mungkin, juga mulai meninggalkan tempat itu. Sesampainya di stasiun metro, ternyata antrian untuk masuk sudah sangat panjang bahkan sampai di luar stasiun. Bahkan sampai terjadi sedikit keributan.

Kamipun akhirnya mencari stasiun lain, dan dengan kondisi lebih sedikit dari stasiun pertama tadi akhirnya kami bisa masuk ke dalam metro. Meskipun berdesak-desakan dan kesulitan untuk keluar kereta, alhamdulillah kami bisa sampai di stasiun dekat hotel kami. Luar biasa letih malam itu.


Keesokan paginya, beberapa teman saya pun kembalai ke kotanya masing - masing. Tinggallah saya berdua dengan seorang teman saya. Untuk mengobati kekecewaan kami, saya usulkan untuk mengunjungi puncak eiffel di awal tahun ini. Akhirnya kami berdua menuju ke sana pagi hari. Kondisi yang sama dengan malam hari, ternyata sesampainya di sana antrian sangat panjang.



Demi mengobati rasa penasaran dan kekecewaan, akhirnya saya putuskan untuk rela antri. Baru kali ini ikut antrian yang sangat panjang dan melelahkan. Setalah 3,5 jam antri berdiri akhirnya kami dapat giliran menaiki lift untuk menuju puncak menara. Luar biasa pemandangan dari puncak menara. Saya dapat melihat penjuru kota Paris. Tidak sia-sia rasanya saya mengantri lama di bawah. 

Alhamdulillah...pengalaman hidup yang sangat berharga untuk saya. Dan akan teringat seumur hidup saya nanti. Terima kasih ya Alloh sudah memberikan nikmat kepada hamba-Mu ini sampai detik ini.