Monday, October 31, 2011

Nantes


Akhir oktober....tepatnya 31 Oktober saya bersama rekan-rekan yang tinggal di Angers bermaksud berkunjung ke Nantes. Sebenarnya maksud kami pergi Nantes hanya untuk mencari lokasi prefecture untuk melakukan medical check-up nanti. Selain itu juga bermaksud untuk mencari lokasi toko Asia yang menjual berbagai macam produk dari asia.
Maklum..selama tinggal di Perancis saya belum merasa cocok dengan makanan lokal. Untuk rasa sangat berbeda dengan makanan yang biasa saya konsumsi. Selain itu, sesuai dengan kepercayaan saya, agak susah juga mencari makanan halal di restoran-restoran Perancis. Oleh karena itu, saya lebih sering memasak daripada makan di restoran.
Saat berangkat saya membekali diri dengan beberapa produk makanan dari Indonesia. Akan tetapi dengan berjalannya waktu, stok persediaan saya sudah semakin menipis. Untuk itu, saya berniat ke Nantes agar bisa kembali mengumpulkan stok bahan makanan yang sesuai dengan lidah saya hehehehe...
Kabarnya di Nantes dijual kecap, sauce sambal, bumbu dan mie dari Indonesia. Hal itulah yang membuat saya bersemangat pergi ke Nantes.



Sesampainya di Nantes, kami segera mencari lokasi kantor prefecture lalu sedikit berfoto-foto di Chateau de Bretagne, lalu dilanjutkan mencari lokasi toko Asia tersebut. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya ketemu juga toko tersebut. Sayang seribu sayang...alangkah kecewanya kami saat itu. Ternyata toko Asia tersebut tutup, dan baru kami tahu juga bahwa setiap hari Senin seluruh toko Asia di Perancis tutup. Dari kabar yang saya peroleh, mereka memang tutup di hari Senin untuk mengambil produk kiriman dari Asia.
Yaach apa boleh buat...karena semakin siang akhirnya kamipun memutuskan untuk berjalan2 lagi mengelilingi kota Nantes dengan naik tram.


Masjid di Nantes



Sampai suatu ketika, kami tidak sengaja melihat masjid di pinggir jalan saat di dalam tram. Kamipun segera turun dan sholat. Memang seh selama dalam tram, saya kepikiran terus di mana saya bisa sholat ya...Alhamdulillah ditunjukkan oleh Alloh. Bersyukur sekali saat itu karena bisa sholat di masjid.
Buru-buru saya segera sholat karena sudah hampir habis waktunya...
Selesai sholat kamipun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Angers. Luar biasa pengalaman hari ini, saya bisa mengenal kota Nantes dan juga sebuah pengalaman di mana saya bisa mendengar Adzan langsung melalui pengeras suara. Hal yang sangat jarang terjadi di Perancis...




Saturday, September 17, 2011

Kegiatan Ibadah selama di Angers

Kehidupan di Indonesia dengan kehidupan di Perancis memang jauh sekali berbeda. Beruntung saya bisa merasakan bagaimana hidup di tempat yang jauh, dengan iklim yang berbeda, kebudayaan berbeda, bahasa yang berbeda, dan bahkan makanannya pun berbeda.
Perancis merupakan negara yang kalau boleh dikatakan sedikit sekuler, yach intinya kegiatan untuk beribadah terserah kepada masing2 warga negaranya. Dan bahkan seseorang juga boleh tidak memeluk salah satu agama apapun..tapi ya itulah adanya..
Walaupun begitu, di negara ini ada juga sekolah yang berbasiskan agama. Yang paling banyak adalah sekolah Katolik. Sementara itu, untuk penduduknya banyak juga yang keturunan arab. Jadi di Perancis hampir di tiap pelosok dapat dijumpai orang2 keturunan Arab. Saat ini, kalau tidak salah setahu saya agama Islam menjadi urutan ke-2 terbanyak yang dipeluk oleh orang Perancis.
Lumayan banyak juga ya...tetapi di sini jarang sekali ada Masjid. Meskipun terbesar ke-2, di sini masih belum ada adzan yang dikumandangkan lewat pengeras suara seperti di Indonesia. Denger punya denger...kabarnya di daerah Perancis bagian utara, komunitas Islamnya lebih kuat dan info yang saya tahu juga di daerah sana Adzan pun sudah terdengar. Tapi saya belum pernah membuktikannya sendiri, jauh soalnya.
Sementara itu, di tempat tinggal saya Angers banyak juga warga keturunan arab dan juga pendatang yang berasal dari Marocco, Aljazair, Tunisia, dan negara2 Islam lainnya. Di kota ini juga ada beberapa masjid. Jauh memang letaknya dari tempat tinggal saya.
Setahu kami ada 3 masjid yang lumayan besar.Saya lupa nama2 masjidnya. Akan tetapi salah satu Masjidnya ada Masjid untuk komunitas muslim Tunisia. Ini masjid yang paling bagus kata orang yang menunjukkan kepada saya. Tapi sayang, sampai saya tulis blog ini, belum sempat ke sana. Dan untuk mencapai ke masjid terdekat, saya harus menempuh perjalanan dengan Bus selama kurang lebih 45menit. Tapi saya masih sangat bersyukur walaupun jauh, masih ada tempat untuk beribadah sholat jum'at khususnya.


Sayang sekali tidak setiap minggu saya bisa menjalankan kegiatan ibadah tersebut. Hal ini dikarenakan jadwal kuliah kami yang kadang2 di hari jum'at padat dan sampai sore. Tetapi alhamdulillah, kadang juga ada waktu luang di hari jum'at. Dan di waktu luang tersebut, saya manfaatkan untuk sholat jum'at.


Untuk ibadah sholat lima waktu, biasa saya kerjakan di kamar. Di kampus tidak ada fasilitas untuk beribadah. Lain halnya dengan cerita temen kami di Lille kalau ga salah di sana ada mushola yang berada di area kampus. Jadi mereka enak bisa beribadah tepat waktu, masjidpun katanya dekat cuma 15 menit naik Bus. Dan saat waktu sholat jum'at juga penuh sekali oleh jamaah.
Tapi gak apalah, bersyukur saja masih bisa melaksanakan ibadah di masjid, dan sholat 5 waktu yang paling utama. itu saja.
Mudah2an kelak di kota ini bertambah lagi masjidnya dan semakin mudah mencari masjid.
Amin.
Namanya juga doa ...